Skip to main content

Peran Mahasiswa Terhadap Rendahnya Minat baca dan Angka Pendidikan Di Indonesia



Peran Mahasiswa Terhadap Rendahnya Minat baca dan  Angka Pendidikan  Di Indonesia

Pendidikan di Indonesia pada saat ini menempati urutan ke-57 dunia dari 65 negara. Bayangkan kita sangat jauh tertinggal dari segi pendidikan dengan negara lainnya. Berdasarkan hasil laporan ‘OECD’ (Organisation For Economic Coperation and Development) Indonesia mendapatkan nilai membaca 402, kita sebagai mahasiswa Indonesia apakah tidak malu dengan ‘Students Of Foreign Student’ (mahasiswa negara asing).? Ya..., jika sebagai mahasiswa kita merasa malu, berusahalah untuk meningkatkan minat baca pada diri kita sendiri terlebih dahulu, karena sebagai mahasiswa kita harus mencerminkan sikap yang baik agar masyarakat yang lainnya bisa mengikuti tindakan yang kita lakukan. Di Indonesia minat baca memang sulit untuk ditumbuhkan, tapi selagi kita mau berusaha pasti ada jalan keluarnya, sebagai mahasiswa kita dituntut untuk rajin membaca, tetatapi kenapa sampai saat ini masih banyak mahasiswa yang malas untuk membaca.
Kepala Biro Komunikasi Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud Indonesia Asianto Sinambella menegaskan; bahwa minat baca literasi masyarakat Indonesia masih sangat tertinggal dan setara dengan negara Afrika Selatan, pemerintah telah mengupayakan tindakan dengan menerbitkan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (permendikbud) no 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti, yaitu diwujudkan dengan wajib membaca 15 menit sebelum waktu pembelajaran dimulai, khususnya bagi siswa SD,SMP,atau SMA. Sedangkan di indonesia berdasarkan data BPS menunjukkan minat baca masyarakat usia diatas 15 th menunjukkan 55% masyarakat lebih tertarik membaca koran, 29% membaca majalah, 16% membaca buku cerita dan 44%membaca buku sekolah, sementara jumlah masyarakat usia 15 hingga 59 tahun yang buta aksara sebanyak 5,9 juta atau 3,70% dari 81 juta orang.Wow...,sangat menyedihkan bukan minat baca di negara kita.? Di tambah lagi di zaman globalisasi saat ini,  penduduk Indonesia apa lagi anak-anak remaja lebih cenderung ke teknologi terutama Hp, dan itu sanggup mereka lakukan ber jam-jam, tapi jika di minta untuk membaca buku 5 menit itu  terlalu berat bagi mereka, inilah prmasalahan yang sangat besar yang dihadapi Indonesia pada saat ini. Oleh karena itu mari kita sebagai mahasiswa berperan aktif disini untuk membantu negara indonesia meningkatkan minat baca di indonesia agar ditahun 2045 minat baca dan urutan pendidikan indonesia agar mencapai posisi 5 besar dari seluruh negara didunia, dan membaca dijadikan kebutuan bagi setiap masyarakat. Upaya yang dapat kita lakukan sebagai mahasiswa yaitu
1.Menjadikan membaca sebagai kebutuhan dan rutinitas setiap hari, sehingga menjadi budaya membaca.
2.Memberi (sosialisasi) pengetahuan kepada teman atau masyarakat lainnya, bahwa betapa pentingnya membaca.
Di Indonesia saat ini sudah terlalu banyak permasalahan yang dialami untuk meningkatkan angka pendidikan  dan minat baca masyarakat, yang pertama yaitu dari segi ekonomi, dari segi ekonomi inilah yang membuat pendidikan di indonesia rendah, karena ekonomi yang rendah mebuat masyarakat sulit untuk memperoleh pendidikan ,karena biaya pendidikan yang mahal, walaupun di indonesia telah diterapkan program wajib belajar sembilan tahun, tetapi kenapa masih ada juga masyarakat yang tidak bisa sekolah,? ini yang menjadi tanda tanya kita sampai saat ini, yang kedua yaitu karena anggapan orang tua yang masih kuno, orang tua beranggapan bahwa “sekolah tidak mesti harus tinggi, yang penting kerja dan dapat menghasilkan banyak uang”, itulah kesalahan yang sangat besar di masyarakat indonesia, dan sulit untuk dihilangkan, selain faktor tersebut angka pendidikan di indonesia rendah karena kurang nya inprastruktur sekolah, rendahnya kualitas guru, kurangnya pemerataan kesempatan pendidikan dan rendahnya prestasi siswa, padahal di  era modern pada saat sekarang ini, jika tida memiliki pendidikan, maka hidup kita bagaikan perahu tampa haluan, perahu di ibaratkan  kita, dan kita tidak tau kemana arah dan tujuan kita  jika tidak ada pendidikan. Bayangkan sangat menyedihkan bukan hidup tampa tujuan, di tahun 2017 ini pendidikan di indonesia terutama di Provinsi jambi sudah mulai membaik dari sebelumnya, tetapi meskipun begitu masih banyak juga terdapat anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan terutama di pedesaan, tidak usah jauh-jauh saya sebagai mahasiswa di Universitas Negeri Jambi ( UNJA) sangat prihatin sekali terhadap seorang anak kecil yang berumur sekitar 10 th yang setiap harinya saya lihat  baik itu pagi atau sore, ia menjadi pemulung di lingkungan unja, bukan kah seharusnya di usia itu mereka wajib mendapatkan pendidikan, seperti mana yang terdapat pada pasal 28C ayat (1) dan pasal 31 ayat (1) dan (2).
Saya sebagai mahasiswa berharap indonesia ditahun 2045 nanti Perekonomian nya menjadi lebih baik dan menjadi Negara maju, agar semua rakya indonesia dapat mengenyam pendidikan dan tidak ada hambatan dari segi ekonomi.
Disini peran kita sebagai mahasiswa agar angka pendidikan mencapai posisi yang tinggi yaitu kita harus
1.      Belajar dengan giat dan sungguh-sungguh, agar mampu mengharumkan nama negara kita dibandingkan negara lainnya
2.      Mengikuti setiap lomba pendidikan dan berusaha menjadi juara .
3.      Membantu pemerintah mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan. Selain itu juga terdapat permasalahan mengenai rendahnya minat baca,  yang disebabkan beberapa faktor baik faktor internal maupun eksternal  yaitu :
1.      Faktor internal penyebab rendahnya minat baca
·         sifat malas pada diri seseorang.
·         sikap tidak butuh  yang sangat tinggi terhadap membaca.
·         tingginya  sikap seseorang yang menganggap bahwa membaca adalah  hal yang tidak menarik.
·         Sikap malu dibilang kutubuku yang tinggi. Dan yang selanjiutnya faktor eksternal yaitu:


2.      faktor eksternal penyebab rendahnya minat baca
·         banyaknya jenis hiburan, permainan (game) dan teknologi seperti tv, dan computer, yang mengalihkan minat baca.
·         Budaya membaca memang belum pernah diwariskan nenek moyang kita.
·         orang tua yang sering disibukkan dengan kegiatan  ,sehingga kurang memberi perhatian dan pendidikan kepada anak dirumah.
·         sarana dan prasarana seperti perpustakaan atau taman bacaan masih kurang.
Dengan terbebasnya bangsa ini dari permasalahan ekonomi maka peningkatan mutu pendidikan di indonesia akan berjalan dengan lancar serta membawa bangsa ini kepada kejayaan dan kesejahteraan. Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa yang akan menggantikan pemimpin-pemimpin bangsa nantinya sudah saatnya menjalankan nilai-nilai peran dan fungsi mahasiswa sehingga diharapkan nantinya nilai tersebut bisa menjadi pengontrol kita kelak ketika pada saatnya menggantikan posisi para pemimpin bangsa.


 


Nama : Siti mawansari
Nim: A1B116003
Prodi : pendidikan bahasa sastra indonesia
Semester : dua
Universitas : UNJA

Comments